3 Jenis Gerhana Bulan

3 Jenis Gerhana Bulan

Score36 – Gerhana bulan terjadi ketika sebagian atau seluruh penampang tertutup oleh bayangan bulan Bumi. Hal ini terjadi ketika bumi berada pada garis lurus yang sama antara matahari dan bulan, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalang oleh bumi. Gerhana bulan dapat sedikit berbeda dari gerhana matahari.

 

Dalam penjelasan lain dari Academia Indonesia, gerhana bulan adalah saat bulan muncul berlawanan dengan matahari. Namun, karena kemiringan bidang orbit bulan ke bidang ekliptika sebesar 5 ┬░, tidak setiap oposisi bulan terhadap matahari menyebabkan gerhana bulan.

 

Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika menghasilkan dua titik perpotongan yang disebut node, yaitu titik dimana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini terjadi ketika bulan berada pada titik-titiknya.

 

Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk berpindah dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Beginilah seharusnya, ketika terjadi gerhana bulan maka akan diikuti oleh gerhana matahari karena kedua simpul tersebut berada pada garis yang menghubungkan matahari dengan bumi.

 

Bahkan, bulan seringkali masih terlihat saat terjadi gerhana bulan. Hal ini masih disebabkan oleh pembelokan cahaya matahari ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan sebagian besar sinar yang dibiaskan memiliki spektrum cahaya merah. Inilah sebabnya mengapa bulan terlihat gelap saat gerhana bulan, bisa berwarna merah tembaga, oranye atau coklat.

 

Gerhana bulan dapat dilihat dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.

 

Pengertian gerhana bulan

Gerhana bulan merupakan fenomena alam yang umum terjadi. Meski banyak cerita mitos tentang gerhana bulan di masyarakat, namun gerhana bulan bisa dijelaskan secara ilmiah menurut ilmu pengetahuan dan bukan dengan mitos belaka. Berikut ini adalah penjelasan tentang bagaimana terjadinya gerhana bulan:

 

Gerhana bulan adalah fenomena alam di mana sinar matahari yang jatuh ke bulan terhalang oleh bumi. Hal ini terjadi ketika posisi bumi berada dalam satu garis lurus dengan matahari dan bulan. Gerhana bulan hanya dapat terjadi pada bulan purnama. Mengapa demikian? Karena Bumi akan menutupi bulan yang jauh lebih besar dan relatif pendek. Gerhana bulan dapat berlangsung dalam waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 5-6 jam.

 

Jenis-jenis gerhana bulan

Gerhana bulan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

 

  1. Gerhana bulan total

Gerhana bulan total adalah gerhana bulan di mana seluruh bagian Taurus tertutup oleh bayangan bumi, sehingga tampak seolah-olah bulan tertutupi. Gerhana bulan total ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu gerhana bulan total dan gerhana bulan total+.

 

Gerhana bulan total adalah gerhana matahari yang terjadi pada saat bulan hanya berada di wilayah NTT dan pada saat itu warna bulan menjadi merah, tetapi warna merahnya tidak rata.

Gerhana bulan total + adalah gerhana matahari yang terjadi ketika bulan melewati bagian tengah daerah bayangan, di mana warna bulan berubah menjadi merah merata. Pada saat seperti ini, bulan akan terlihat hebat sekaligus menakutkan dari Bumi.

Saat gerhana bulan total ini terjadi, bulan berwarna kemerahan. Hal ini terkait dengan lapisan atmosfer bumi. Gerhana bulan total tampak lebih merah di wilayah atau negara tertentu daripada di wilayah lain. Hal ini menunjukkan bahwa lokasi tersebut memiliki tingkat polusi yang lebih tinggi ketika bulan lebih merah.

 

  1. Gerhana bulan sebagian (sebagian)

Selama gerhana parsial ini, bumi tidak sepenuhnya menghalangi bulan dari matahari. Sedangkan permukaan bulan lainnya berada di daerah atau daerah yang gelap. Jadi sebagian sinar matahari masih mencapai permukaan bulan dan dapat dilihat oleh manusia dari Bumi. Ini disebut gerhana bulan parsial.

 

  1. Gerhana Bulan Penumbra

Jenis gerhana bulan berikutnya adalah gerhana bulan penumbra. Gerhana bulan penumbra berarti semua bagian bulan berada di penumbra. Dengan demikian, bulan masih terlihat oleh orang-orang di Bumi, meskipun gelap dan berwarna gelap.